1 Menginstal antivirus paling baik. Sebagai pertahanan komputer, antivirus adalah software yang wajib dimiliki. Tanpanya berbagai malware bisa masuk dengan mudah seperti ransomware. Ada banyak jenis antivirus yang bisa digunakan baik gratis dan juga berbayar. Antivirus adalah pertahanan yang paling baik untuk digunakan. Banyakorang yang tidak sempat mem-backup datanya dan tidak menyadari ancaman yang bisa terjadi pada data tersebut. Inilah kelemahan yang diincar oleh crypto ransomware. Dengan tingkat kerugian dan gangguan yang ditimbulkan, ransomware jenis ini menjadi momok. Semakin penting dan urgen data yang dimiliki pengguna, semakin besar risiko bahaya ContohKasus Serangan Ransomware. Berikut beberapa kasus serangan ransomware yang menggemparkan dunia: TeslaCrypt; TeslaCrypt menargetkan file tambahan yang terkait dengan video game, peta, konten yang dapat diunduh dan sejenisnya. Bagi sebagian kalangan pengguna video game, files tersebut merupakan bagian penting dalam suatu video game-nya. Berikutyang tidak termasuk jenis ransomware yang dapat merusak dan mengenskripsi data komputer setelah berhasil diinfeksi adalah. - 22264011 nabilabokir nabilabokir 23.03.2019 Pelakukejahatan yang ingin mencuri data dan mengganggu operasi dapat menyerang dari berbagai vektor yang menargetkan beberapa lapisan dan komponen sistem. Di dunia dengan ancaman keamanan siber yang terus berkembang, terdapat kerentanan baru yang diidentifikasi secara berkala - di samping risiko kerentanan lainnya yang tidak teridentifikasi. Pengertian Jenis, & Cara Mencegahnya. Ransomware adalah serangan malware yang menggunakan metode enkripsi untuk menyimpan dan menyembunyikan informasi korban sebagai tahanan. Malware ransomware akan mengenkripsi data penting dan perangkat korban dengan kunci yang hanya dimiliki oleh pelaku kejahatan siber itu. IlBQ. Ransomware adalah serangan malware yang dikirim peretas untuk mengunci dan mengenkripsi perangkat komputer milik korban. Lalu, peretas akan meminta uang tebusan untuk memulihkan aksesnya. Kurang lebih, seperti itulah gambaran apa itu Ransomware secara sederhana. Namun, pada kenyataannya cara kerja Ransomware dan proses penanganannya tidaklah sederhana. Jika beruntung, kamu masih bisa mendapatkan kembali akses ke perangkatmu. Namun jika tidak, ucapkan selamat tinggal pada data-data penting yang kamu miliki. Jika tidak ingin hal tersebut terjadi, ada baiknya kamu memahami lebih dalam lagi apa itu Ransomware dan bagaimana cara mengatasinya. Artikel ini hadir untuk membantumu mendapatkan informasi yang kamu butuhkan seputar Ransomware. Baca juga Contoh Cybercrime Paling Berbahaya dan Penjelasannya Ransomware adalah salah satu jenis malware malicious software yang bekerja dengan metode enkripsi––mengolah data menjadi kode yang tidak dapat dibaca oleh perangkat. Sehingga, menyebabkan korban tidak dapat mengakses perangkatnya sebelum data tersebut didekripsi––diolah kembali dari bentuk yang sudah dienkripsi agar dapat dibaca oleh perangkat. Untuk dapat mendekripsi data pada perangkat yang terinfeksi Ransomware, kamu memerlukan kode dekripsi yang akan ditawarkan oleh peretas dengan membayar tebusan. Jika dalam waktu tertentu kamu belum dapat mendekripsikan perangkatmu, maka data-data yang ada di perangkat akan hilang. Dari semua jenis malware yang ada, Ransomware adalah salah satu yang paling berbahaya. Berbeda dengan malware lainnya, Ransomware dapat mengacaukan sistem perangkat hingga tidak dapat dioperasikan. Selain itu, Ransomware juga memiliki sifat yang dapat menyebar dan menginfeksi perangkat di sekitarnya. Sehingga, sangat berbahaya jika tidak segera ditangani dengan cepat. Berikut ini statistik perkembangan Ransomware beberapa tahun terakhir berdasarkan situs web cyber security PurpleSec Tebusan Ransomware rata-rata pada tahun 2021 meningkat sebesar 82% dari tahun ke tahun, menjadi $ atau setara dengan 8,1 miliar rupiah. Sebanyak 121 serangan Ransomware dilaporkan pada Q1 2021, meningkat 64% dari tahun ke tahun. Ransomware terbukti meningkat dengan salah satu jenis Ransomware, Ryuk, yang mengalami peningkatan pesat sebesar 543% selama Q4 2018. Pada 2019, Ransomware dengan cara phising meningkat sebesar 109%, dengan varian Ransomware baru tumbuh sebesar 46%. Serangan Ransomware meningkat 41% pada tahun 2019 dengan bisnis kehilangan akses data mereka. Ransomware telah menjadi bentuk serangan siber yang populer dalam beberapa tahun terakhir, tumbuh sebesar 350% pada 2018. Baca juga 7 Tools Online Gratis untuk Deteksi Malware di Website Cara Kerja Ransomware Umumnya, ada tujuh tahap bagaimana Ransomware bekerja untuk mengacaukan sistem di perangkatmu. Berikut penjelasannya 1. Infeksi Ransomware yang terunduh secara tidak sengaja mulai meng-install secara diam-diam di perangkatmu. 2. Eksekusi Setelah ter-install, Ransomware mulai memindai dan memetakan lokasi file yang akan menjadi targetnya. Malware ini dapat menargetkan file yang disimpan di penyimpanan lokal maupun penyimpanan awan cloud. Bahkan, beberapa jenis Ransomware dapat menghapus atau mengenkripsi file maupun folder backup. 3. Enkripsi Di tahap ini, Ransomware mulai bekerja dengan melakukan pertukaran kunci dengan Command and Control Server, menggunakan kunci enkripsi untuk mengacak semua file yang ditemukan di tahap Eksekusi. Malware jenis ini juga mengunci akses ke data di perangkat. 4. Notifikasi Setelah berhasil mengambil alih data di perangkatmu, Ransomware biasanya akan memunculkan notifikasi pengguna yang berisi informasi tebusan yang harus dibayarkan untuk mendapatkan kode dekripsi. 5. Pembersihan Setelah berhasil mengenkripsi data yang diinginkan, Ransomware biasanya berhenti dan menghapus dirinya sendiri, dan hanya menyisakan file instruksi pembayaran. 6. Pembayaran Jika kamu memilih untuk membayar tebusan, kamu akan diminta untuk mengikuti instruksi. Peretas biasanya menggunakan layanan TOR tersembunyi untuk berkomunikasi agar terhindar dari deteksi pemantauan lalu lintas jaringan. 7. Dekripsi Setelah melakukan pembayaran, korban akan mendapatkan kode dekripsi untuk memulihkan kembali akses ke perangkatnya. Walaupun begitu, membayar tebusan sangat tidak disarankan karena tidak ada jaminan file atau folder milikmu akan kembali seperti sedia kala. Baca juga Cracking Cyber Crime Paling Berbahaya dan Cara Menghindarinya Jenis-Jenis Ransomware Ada beberapa jenis Ransomware yang dibedakan berdasarkan cara kerjanya. Berikut ini dua jenis Ransomware yang paling umum ditemukan 1. Encrypting Ransomware Ransomware jenis ini menginfeksi perangkat dengan cara mengenkripsi file maupun folder penting yang ada di perangkat korban. Setelah target berhasil terkunci dan terenkripsi, akan muncul notifikasi mengenai tebusan yang harus dibayarkan untuk membuka kembali data yang telah terkunci. Contoh Encrypting Ransomware WannaCry CryptoWall CryptoLocker Locky 2. Locker Ransomware Ransomware jenis ini tidak bekerja dengan cara mengenkripsi file maupun folder milik korban, melainkan mengunci akses korban ke perangkat. Biasanya, target Locker Ransomware adalah penguncian file maupun perangkat. Tapi terkadang, malware jenis ini juga menyasar hardware milik korban seperti keyboard atau mouse. Locker Ransomware termasuk gangguan tingkat rendah yang masih bisa ditangani cukup dengan menghapus script, dsb. Sehingga, tebusan yang dibayarkan untuk malware jenis ini bisa dibilang lebih sedikit. Contoh Locker Ransomware Winlocker Reveton Cara Mencegah Serangan Ransomware Setelah mengetahui apa itu Ransomware, saatnya mempelajari cara mencegah Ransomware agar perangkatmu tetap aman. Berikut ini yang dapat kamu lakukan 1. Hindari halaman web tanpa HTTPS HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol Secure berfungsi untuk mengamankan pertukaran data yang terjadi di internet dengan melakukan enkripsi data. HTTPS menjamin keamanan kamu saat mengunjungi website ber-HTTPS melalui 3 aspek autentikasi, integritas, dan enkripsi. Mengunjungi website yang menggunakan HTTPS akan membantumu terhindar dari serangan malware tersembunyi. Kamu bisa mengetahui apakah suatu website sudah menggunakan HTTPS dengan mengecek URL website tersebut. Baca juga Kenapa Harus Menggunakan HTTPS/SSL untuk Keamanan 2. Hindari file dari situs tidak resmi Membuka situs yang tidak resmi saja sudah cukup berbahaya, apalagi jika kamu mengunduh dan meng-install sesuatu dari situs tersebut. File yang ada pada situs tidak resmi adalah tempat paling nyaman bagi Ransomware untuk bersembunyi dan menunggu korban untuk mengunduhnya. Oleh karena itu, usahakan selalu mengunduh file dari situs resmi yang sudah terjamin keamanannya. 3. Hindari iklan dan tautan mencurigakan Malvertising atau malware advertising adalah metode yang sering digunakan peretas untuk menyebarkan malware, termasuk Ransomware. Kamu bisa tanpa sengaja mengeklik suatu tautan iklan, kemudian tanpa disadari Ransomware telah ter-install di perangkatmu. Untuk itu, berhati-hatilah jika melihat iklan maupun tautan yang mencurigakan di internet. 4. Backup data secara rutin Cara kerja Ransomware adalah dengan mengenkripsi data dan mengancam untuk menghapusnya jika korban tidak membayar tebusan. Namun, jika kamu memiliki backup data yang baik, tentunya hal tersebut tidak akan menjadi masalah besar. Inilah alasan pentingnya mengapa kamu harus selalu melakukan backup data secara rutin. 5. Aktifkan firewall dan antivirus Firewall dan antivirus adalah cara paling efektif untuk mencegah serangan Ransomware maupun jenis malware lainnya. Firewall bekerja dengan menyaring data apa saja yang diakses oleh perangkat saat tersambung ke internet. Firewall juga akan bertindak selayaknya tembok yang melindungi perangkat dari pencurian data oleh peretas. Namun, perlindungan firewall saja tidaklah cukup, dan peretas akan selalu mencari celah untuk masuk ke dalam perangkatmu. Untuk itu, kamu juga harus memasang antivirus untuk memberikan perlindungan ekstra terutama dari malware berbahaya seperti Ransomware. Baca juga Software Antivirus Terbaik untuk PC Windows 6. Gunakan jaringan yang aman Bagi kamu yang sering menggunakan WiFi publik, maka harus berhati-hati. Karena tidak semua jaringan WiFi publik dilengkapi dengan keamanan untuk mengenkripsi data yang kamu berikan saat berselancar di internet. Akibatnya, data milikmu dapat dengan mudah bocor dan diketahui oleh peretas untuk mengirimkan malware ke perangkatmu. Kalau tidak ingin hal ini terjadi, usahakan untuk selalu menggunakan jaringan yang aman, ya. Apa Perangkatmu Sudah Terlindung dari Ransomware? Terkena serangan Ransomware dan kehilangan data-data penting adalah skenario yang paling buruk. Untuk itu, kamu perlu memahami benar apa itu Ransomware dan bagaimana cara mengatasinya. Cara paling utama untuk mencegah Ransomware adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan perangkat. Bisa dimulai dengan berinternet aman dan tidak membuka situs-situs berbahaya, serta menggunakan jaringan yang terproteksi. Jangan lupa untuk melakukan backup data secara rutin, mengaktifkan firewall juga antivirus, dan selalu memperbarui perangkat yang kamu gunakan. Dengan begitu, risiko perangkatmu terinfeksi Ransomware akan semakin kecil. Ransomware adalah jenis malware berbahaya yang menyerang perangkat keras dengan “menyandera” segala data dan informasi penting sang korban. Para hacker pengirim virus ransomware umumnya akan meminta sejumlah uang sebagai tebusan data sebab itu, keberadaan antivirus ransomware dinilai amat krusial bagi sejumlah kalangan khususnya pebisnis dan pemerintah. Agar tak tertipu dan mengeluarkan uang banyak sebagai tebusan, pelajari cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware berikut ini!Beberapa waktu belakangan, kamu mungkin menyadari bahwa ransomware adalah ancaman paling menakutkan khususnya bagi pengguna komputer. Ransomware adalah jenis malware yang sangat merugikan karena dapat mengenkripsi data serta informasi berharga milik umum, virus ransomware bertujuan “menyandera” data-data pada sistem perangkat target dengan sebuah sandi rahasia untuk kemudian mendapatkan uang tebusan sebanyak yang mereka itu, fakta mengerikan lain dari ransomware adalah bahwa virus ini mampu menyebar hampir ke semua jaringan guna melumpuhkan sistem. Nah, kurangnya keamanan pada sistem tersebut menyebabkan para hacker bisa dengan mudah membobol pertahanan dan mengunci semua informasi berharga pada perangkat ransomware adalah virus yang menyerang sistem perangkat, sejumlah hacker pada beberapa kasus pun bahkan meluluhlantakkan seluruh perangkat korban hingga tak dapat berfungsi sama sekali lho, Sob. Sangat mengerikan, bukan?Melansir hasil penelitian oleh Osterman Research, hampir 35% target virus ransomware adalah kalangan penting seperti pengelola bisnis, jaringan perusahaan besar, hingga pemerintah. Oleh karena itu, kalangan tersebut biasanya memiliki ahli di bidang penanganan cenderung menyerang kalangan kelas menengah ke atas, tak menutup kemungkinan kamu bisa terkena virus satu ini, lho. Jadi, tetap hati-hati dan simak pembahasan berikut sampai habis, RansomwareSob, kamu perlu tahu bahwa ransomware adalah ancaman malware yang bisa dibedakan menjadi lima tipe berdasarkan objek serangannya. Berikut Screen lockersSeperti namanya, screen lockers ransomware adalah virus yang mengunci layar utama pada perangkat korban. Penguncian layar tersebut umumnya dilakukan dengan menampilkan gambar besar yang menutupi seluruh tampilan perangkat korban sehingga membatasi pergerakan Encrypting web serverTipe ransomware satu ini biasanya mengganggu stabilitas web server yang CMS -nya lemah dengan melakukan enkripsi data penting pada halaman web tersebut. Nah, hal tersebut dapat merusak file sehingga korban tak lagi dapat juga Apa itu Brainware? Mengenal Pengertian, Fungsi, Jenis & Contoh3. Master Boot Record MBRMBR ransomware adalah tipe yang dapat membahayakan hard drive komputer korban. Master Boot Record umumnya menyerang dengan melakukan enkripsi menyeluruh pada MBR di hard drive sehingga akan mengganggu proses Encryption ransomwareNah, encryption ransomware adalah tipe paling umum yang mungkin juga kamu ketahui, Sob. Tipe berikut umumnya menyerang file-file penting seperti dokumen rahasia, gambar, video, atau catatan lainnya pada perangkat Mobile device ransomwareMobile device ransomware adalah serangan yang target utamanya merupakan perangkat seluler, seperti Android. Korban yang terkena serangan virus ransomware ini biasanya kurang berhati-hati saat berselancar di internet atau mengunjungi website ransomwareSelain tipe berdasarkan objek, berikut adalah 4 jenis ransomware yang perlu kamu Locker ransomwareSeperti namanya, locker ransomware menyerang perangkat korban dengan sangat kejam. Pasalnya, virus ransomware ini akan langsung mengunci seluruh sistem setelah berhasil menerobos sistem Crypto ransomwareCrypto ransomware adalah jenis virus yang akan menghimpun dokumen penting pada perangkat korban melalui jaringan khusus ciptaan hacker. Ransomware satu ini umumnya berfokus pada enkripsi berkas seperti catatan pribadi, serta dokumen dalam bentuk spreadsheet, PDF maupun ScarewareScareware adalah tipe ransomware yang akan gigih meminta uang tebusan dari korban. Misalnya, jika kamu melihat ada pesan pop-up mengenai pemberitahuan virus, maka scareware akan dengan sigap menawarkan bantuan palsu hanya untuk meminta tebusan lagi, pesan pop-up tersebut takkan hilang sebelum korban membayar uang tebusan yang DoxwareBukan hanya merusak atau menghapus, ternyata ada juga ransomware yang membatasi akses si pemilik asli lho, Sob. Yup, Doxware. Hacker ransomware satu ini biasanya memberi ancaman pada korban bahwa pihaknya akan menyebar informasi sensitif dan bersifat rahasia seperti gambar, video dan identitas korban jika tidak membayar tebusan juga Ini Cara Mengembalikan Data yang Terhapus di Laptop dan AndroidCara kerja virus ransomwareApabila kamu ingin tahu cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware, maka kamu perlu memahami cara kerja virus ini. Untuk itu, simak ulasan Profesor University of California UCLA sekaligus ahli ilmu komputer dan keamanan siber bernama Peter Reiher menegaskan bahwa ransomware adalah virus perangkat lunak yang sebagian besar menyerang file korban dengan melakukan enkripsi secara keseluruhan. Kemudian, semua data yang dienkripsi akan dikunci menggunakan kata sandi yang hanya diketahui oleh hacker ransomware hanya itu, pelaku ransomware juga akan meninggalkan pesan berisi ancaman agar para korban membayar tebusan sesegera mungkin jika mereka menginginkan datanya pulih seperti sedia kala. Ancaman tersebut seringkali muncul sebagai wallpaper sehingga menutupi segala akses keluar bagi lagi, para hacker akan benar-benar menghapus data secara permanen kalau korban tak kunjung memberi uang tebusan. Mayoritas kasus penyerangan ransomware meminta tebusan yang berkisar antara antara $300 hingga $500 atau ancaman bahkan menegaskan bahwa jumlah tebusan akan terus bertambah jika waktu pembayarannya melebihi batas waktu 24 mengembalikan file yang terkena virus ransomwareJika kamu tiba-tiba terkena malware ini, maka jangan langsung panik dan terburu-buru memberi uang tebusan, ya. Cobalah untuk tenang dan terapkan cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware seperti petunjuk Memakai perangkat lunak untuk memulihkan dataCara mengembalikan file yang terkena virus ransomware pertama adalah dengan fokus pada riwayat penghapusan dokumen asli milikmu. Banyak korban keliru menafsirkan bahwa mereka hanya perlu menyalin enkripsi dokumen pada perangkat eksternal sebelum restart akan lebih baik jika kamu menggunakan sejumlah software pemulih data seperti Recuva, Stellar atau juga Apa itu Phising? Pengertian, Ciri-Ciri & Tips Menghindarinya2. Melakukan pencadangan Windows Apakah kamu tahu bahwa Windows dapat melakukan backup otomatis secara berkala, Sob? Nah, jika kamu terkena serangan ransomware, kamu bisa melakukan cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware dengan memulihkan pencadangan Windows. Ini langkahnyaBukalah opsi Control Panel’ pada bagian Start’Setelah itu, pilihlah opsi System and Security’.Jika sudah, tekan Backup and Restore’, dan pilih Restore files from backup’.Bagaimana Sob, cukup mudah, bukan?Cara mengatasi virus ransomware Ransomware adalah ancaman menakutkan yang semoga saja takkan pernah kamu alami, Sob. Untuk itu, simak bagaimana mencegah serta cara mengatasi virus ransomware antivirus ransomware terbaikRutin mengupdate antivirus versi terbaru dengan mengaktifkan pembaruan otomatisLakukan pencadangan dingin menyimpan data di hard drive pada semua data dan informasi pentingItulah pengertian, jenis serta cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware. Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa ransomware adalah jenis malware yang sangat berbahaya bagi kamu, Sob. Selain merugikan secara finansial, keutuhan data dan informasi berharga milikmu pun dapat terganggu. Oleh karena itu, selalu berhati-hati ya, Sob! Apa Itu Ransomware? Definisi, Dampak, dan Cara Mengatasinya Menurut Pakar Sabtu, 13 Mei 2023 Ransomware merupakan sejenis malware yang dapat merusak dan memblokir sebuah sistem komputer melalui phising. Gangguan ini tidak hanya menargetkan individu, tapi juga perusahaan besar. Nasabah menunjukan notifikasi gagal transaksi melalui mobile banking Bank Syariah Indonesia BSI di Jakarta, 12 Mei 2023. TEMPO/ Nita Dian. tempo 168667773230_ Sistem Bank Syariah Indonesia BSI diduga terkena serangan ransomware pada Senin, 8 Mei 2023. Akibatnya, layanan perbankan BSI mengalami gangguan. Di media sosial, nasabah BSI ramai melaporkan gangguan layanan BSI, seperti tak dapat menarik uang di mesin ATM dan keluhan mobile banking eror. Pada Kamis, 11 Mei lalu, gangguan tersebut akhirnya tertangani. BSI menyatakan seluruh layanan sudah dapat diakses kembali. Kendati demikian, dugaan serangan ransomware tersebut masih perlu diselidiki lebih lanjut melalui audit dan pemeriksaan forensik digital. Terlepas dari benar-tidaknya serangan ransomware terhadap BSI, sebenarnya apa itu ransomware? Apa yang Dimaksud Ransomware? Ransomware adalah salah satu jenis malware malicious software atau perangkat lunak jahat yang sangat berbahaya. Malware dapat memblokir akses ke data atau sistem komputer dengan cara mengenkripsi mengunci dengan kata sandi file pada perangkat keras komputer. Dengan begitu, pemilik komputer tidak dapat mengakses perangkat beserta seluruh data yang tersimpan di dalamnya. Selain mengunci, hacker dapat mencuri atau membocorkan informasi yang tersimpan di dalam komputer. Jika kunci ingin dibuka, korban harus membayar uang tebusan kepada penyerang, biasanya dalam mata uang kripto. Apabila korban tidak membayar tepat waktu, data akan hilang selamanya atau uang tebusan bertambah. Serangan ransomware terhadap BSI diketahui setelah para nasabah bank itu mulai mengeluh di media sosial. Nasabah mengeluh tidak dapat menggunakan aplikasi BSI Mobile, bahkan jaringan ATM BSI juga tak dapat digunakan. Penyebab Ransomware Mengutip dari Proofpoint, penyebab utama meningkatnya serangan ransomware adalah pekerjaan jarak jauh. Pekerja yang melakukan pekerjaan dari rumah work from home/WFH jauh lebih rentan terhadap ancaman ini. Pasalnya, pekerja rumahan tidak memiliki keamanan siber secanggih perusahaan untuk melindungi data dari serangan hacker. Ransomware sering menyebar melalui e-mail phishing yang berisi lampiran berbahaya atau melalui pengunduhan drive-by. Pengunduhan drive-by terjadi ketika pengguna tanpa sadar mengunjungi situs web yang terinfeksi, kemudian malware terunduh dan dipasang tanpa sepengetahuan pengguna. Serangan ransomware juga mulai meningkat popularitasnya seiring dengan pertumbuhan mata uang kripto, seperti Bitcoin. Ilustrasi serangan ransomware. FREEPIK Jenis Ransomware Seiring dengan berkembangnya teknologi, serangan ransomware juga makin kompleks. Berikut ini beberapa jenisnya. 1. Scareware Jenis ransomware yang umum ini menipu pengguna dengan menampilkan pesan peringatan palsu yang mengklaim malware telah terdeteksi di komputer korban. Serangan ini sering disamarkan sebagai solusi antivirus yang menuntut pembayaran untuk menghapus malware yang sebenarnya tidak ada. 2. Screen lockers program Program ini dirancang untuk mengunci komputer korban dan mencegah mereka mengakses file atau data apa pun. Sebuah pesan biasanya ditampilkan yang berisa permintaan tebusan untuk membukanya. 3. Encrypting ransomware Jenis ini juga disebut crypto-ransomware yang mengenkripsi file korban dan meminta pembayaran sebagai ganti kunci dekripsi. 4. DDoS extortion Ransomware ini mengancam akan meluncurkan serangan DDoS terhadap situs web atau jaringan korban, kecuali pembayaran uang tebusan dipenuhi. 5. Mobile ransomware Seperti namanya, serangan ini menargetkan perangkat seperti smartphone dan tablet. Pelaku biasanya meminta pembayaran untuk membuka kunci perangkat atau mendekripsi data. 6. Doxware Meskipun kurang umum, jenis ransomware ini mengancam untuk mempublikasikan informasi sensitif, eksplisit, atau rahasia dari komputer korban, kecuali uang tebusan dibayarkan. 7. Ransomware-as-a-service RaaS Penjahat dunia maya menawarkan program ransomware kepada peretas atau penyerang dunia maya lain yang menggunakan program tersebut untuk menargetkan korban. Mengutip dari ransomware tidak hanya menargetkan para pekerja rumahan. Rupanya, perusahaan besar juga dapat terinfeksi ransomware yang menyebabkan dampak negatif. Berikut ini beberapa dampak yang dapat ditimbulkan. 1. Kehilangan sementara atau permanen atas informasi sensitif atau hak milik. 2. Gangguan pada operasi reguler. 3. Kerugian finansial yang terjadi untuk memulihkan sistem dan file. 4. Berpotensi merusak reputasi organisasi/perusahaan. Cara Mengatasi Ransomware Serangan ransomware memang sangat merugikan sehingga penting untuk menutup celah agar hacker tidak dapat mengakses jaringan komputer pribadi. Mengutip dari pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan beberapa cara untuk mengatasi ransomware. Satu-satunya cara yang dapat menjamin keamanan digital dari serangan tersebut, kata Alfons, adalah mitigasi yang benar serta persiapan yang baik jika komputer diserang ransomware. Bentuk pertahanan yang dilakukan adalah administrator perusahaan dapat melakukan patching otomatis pada semua software dan hardware yang digunakan. Selain itu, diperlukan pelindungan terbaik, seperti firewall yang diamankan dengan kebijakan konservatif dan memisahkan DMZ—demilitarized zone, pengaman jaringan dari traffic yang tidak tepercaya—dengan intranet. Diperlukan juga pembatasan user dalam intranet yang memiliki data kritikal untuk mengakses Internet. Tujuannya untuk mencegah kebocoran jaringan dari kelemahan user yang biasanya menjadi sasaran masuk peretas. Alfons juga menilai kebijakan dan implementasi pelindungan data yang disiplin menjadi kunci melindungi data dari serangan ransomware. Ia menyarankan perusahaan agar memilih pelindungan sekuriti bukan dengan pertimbangan merek, melainkan berdasarkan layanan dukungan dan implementasi pelindungan yang diberikan. Pasalnya, salah satu bukti yang penting diberikan pada layanan keamanan siber ketika sistem terenkripsi ransomware adalah data masih dapat dikembalikan. Karena itu, cyber security data perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan utama untuk melindungi sistem dari serangan hacker. Namun Alfons juga menjelaskan, meskipun semua usaha sudah dilakukan, tetap saja ransomware masih bisa menembus pertahanan. Hal itu bahkan terjadi pada beberapa perusahaan besar, seperti Cognizant, Accenture, Campbell Conroy & O'neil, serta Jetstar. Ia menegaskan, tidak ada satu pun produk pelindungan keamanan yang mampu 100 persen menjaga sistem dari serangan ransomware. RIZKI DEWI A. VIVIA AGARTA F. Newsletter Dapatkan Ringkasan berita eksklusif dan mendalam Tempo di inbox email Anda setiap hari dengan Ikuti Newsletter gratis. Konten Eksklusif Lainnya 13 Juni 2023 12 Juni 2023 11 Juni 2023 10 Juni 2023

berikut yang tidak termasuk jenis ransomware yang dapat merusak dan