OriginalPosted By berwin Ada kalimat anda yang tidak valid. Ada kitab suci lain yang diturunkan melalui tradisi oral sama seperti Qur'an dimaksudkan juga sama untuk menjaga kemurniannya dan jg yang baku harus dalam bahasa aslinya translasi hanya dipergunakan untuk pembelajaran dan bukan dipakai dalam keadaan formal. BHAGAVADGITA. BAB 1. Meninjau tentara-tentara di medan perang Kurukshetra. Tentara-tentara kedua belah pihak siap siaga untuk bertempur. Arjuna, seorang ksatria yang perkasa, melihat sanak keluarga, guru-guru, dan kawan-kawannya dalam tentara-tentara kedua belah pihak siap untuk bertempur dan mengorbankan nyawanya. Oleh: I GUSTI AYU ADE SURIANTINI. NIM : .1.005. INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR. BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang . Sebagai kitab suci umat Hindu ajaran Veda diyakini dan dijadikan pedoman oleh umat Hindu sebagai sumber bimbingan dan informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sitaadalah manusia yang paling kacau, paling tidak jelas, dan yang paling tidak bisa ditebak yang pernah kukenal. Setidaknya aku baru bertemu satu manusia yang seperti Sita itu. Anehnya, aku juga tidak pernah bisa membayangkan jika aku tidak pernah bertemu Sita. Pasti hidupku akan lebih hambar dari sekarang. “Ada buku Bhagavad Gita nggak Tantraadalah kekuatan suci dalam diri yang dibangkitkan dengan cara-cara yang ditetapkan dalam kitab suci. Disamping itu ada juga jenis mantra yang ditulis baik dalam buku, kitab, terutama setelah zaman kemerdekaan, apa yang disebut dengan Śiva-Buddha tidak lain dari sub-sistem dari agama Hindu. Secara formal, para pendeta Śiva Kemudianmereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman:”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu!”. 35 Mengamati perbedaan kitab-kitab suci agama Hindu, kitab-kitab suci agama di Indonesia, dan buku biasa. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia Ketikabuku ini diterbitkan pertama kalinya, sayang sekali naskah yang asli disingkat menjadi kurang dari 400 halaman, tanpa gam-bar maupun penjelasan mengenai kebanyakan ayat rmad Bhagavad-gt. Di dalam semua buku hasil karya saya yang lainrmad-Bhgavatam, r opaniad, dan lain-lainsistem yang saya gunakan adalah ayat asli dalam huruf Sansekerta Danlebih lanjut Bhagavad Gita 3.15 menegaskan; “brahmaksara-samudbhavam”, pengetahuan veda langsung di wejangkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Disinilah uniknya Veda. Veda yang diwahyukan paling awal, bersifat anadi ananta, kekal abadi, diwahyukan pada banyak Rsi dan bahkan ditulis oleh penjelmaan Tuhan sendiri serta selalu dijaga dan 5 Bhuta Yadnya. Adanya Panca Yadnya disebabkan karena adabya tiga jenis hutang yang dimiliki oleh setiap manusia yang disebut Tri Rna. Tri Rna berasal dari kata Tri yang berarti tiga, dan Rna berarti hutang. Jadi Tri Rna adalah tiga hutang yang harus dibayar kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 1.2.Rumusan Masalah. KEMENTERIANAGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 Buku Guru. by Dr. Adnan Mahdi, M.S.I. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. BUKU GURU AKHLAK XII AGAMA 2013.A. by SYAIFUL ISLAM. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. DISIPLIN KEPENDIDIKAN ( Bahasa Arab ) Umatsedharma yang berbahgia kita sebagai umat manusia haruslah saling megasihi semua mahkuk tanpa memikirkan perbedaan diantara kita,hindu mengajarkan kita untuk saling bertoleransi ,kita begitu banyak memiliki ajaran tentang toleransi ada tat twam asi,aku adalah kamu, kamu adalah aku, ajaran ini megajarkan kita untuk menghargai semua orang Pembagiandan Isi Weda Weda adalah kitab suci yang mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia. Berdasarkan materi, isi dan luas lingkupnya, maka jenis buku weda itu banyak. maha Rsi Manu membagi jenis isi Weda itu ke dalam dua kelompok besar yaitu Weda Sruti dan Weda Smerti. Jenisjenis pawiwahan itu adalah membedakan bagaimana sifat-sifat perkawinan yang dipandang baik serta kurang baik di mata Hindu. Untuk melihat jenis-jenis perkawinan itu, maka dapat ditelaah pada kitab Manu smreti atau Manawa Dharmasastra. Manawa Dharmashastra adalah satu kitab hukum Hindu adalah kitab Smrti lainnya. Brahmanaadalah kitab–kitab suci yang menguraikan dan menjelaskan hal–hal tentang sesaji dan upacaranya. Kata Brahmana berasal dari kata “Brahman” yang berarti Do’a yaitu ucapan-ucapan suci yang diucapkan oleh Brahmana pada waktu pelaksanaan upacara. bahasa apakah yang dipergunakan ketika wahyu itu turun dan demikian pula ketika xDKH8. Jawabankitab suci itu adalah sebuaah buku suci yg didalamnya berisi ajaran ajaran dharma,agama,kebaikan,dan hal hal lainnya yg berhubungan dengan agama sedangkan buku biasa adalah sebuah buku yg didalamnya berisi tentang cerita cerita seperti novel dan ilmu pengetahuan seperti buku LKSPenjelasan SEMOGA MEMBANTU kok buku biasa ?? kan yg ditanya perbedaan "apa perbedaan kitab bhagawadgita dengan kitab suci yg lian ??" Jawabankitab suci itu buku yang suci yang berisi ajaran dharma,agama,kebaikan dan lainya sedangkan buku biasa adalah buku yg didalamnya berisi cerita atau ilmu pengetahuanmaaf kalo salah - Bhagawadgita artinya “Nyanyian Tuhan” atau” nyanyian suci.” Bhagawadgita juga bernama “Gitopanisad.” Bhagawadgita adalah hakekat segala pengetahuan Weda. Jiwa Bhagawadgita ada pada Bhagawadgita sendiri. Bhagawadgita juga disebut dengan nama lain yaitu Upanishad, merupakan bagian terakhir dari Weda. Bhagawadgita juga disebut weda yang ke lima atau Pancamo Weda. Kitab Bhagawadgita mempunyai perbedaan dengan buku-buku suci yang lain. Jika buku-buku suci yang lainnya adalah merupakan pencatatan dari ajaran-ajaran yang disampaikan di tempat-tempat suci atau di tempat-tempat lain. Sedangkan Bhagawadgita adalah ajaran yang disampaikan oleh Shri Kishna kepada Arjuna, ketika Arjuna mengalami keragu-raguan di medan Kuru Ksetra, dimana saat itu berhadap-hadapan antara dua pasukan yaitu pasukan Korawa dan Pandawa, Sumarni dan Raharjo, 2015100. Bhagawadgita hendaknya dipahami, diterima, dan dirasakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh yang menyabdakan Bhagawadgita itu yaitu Shri Krishna. Bhagawadgita adalah merupakan pengetahuan suci yang abadi, diajarkan oleh Shri Krishna sebagai Awatara Wisnu kepada umat manusia. Ajaran itu diajarkan berulang dari jaman ke jaman, bila dunia mengalami kegelapan, dimana manusia melupakannya, dan adharma merajalela di dunia ini, demi untuk kesucian jiwa dan kesempurnaan hidup. Bhagawadgita menekankan pada Tuhan atau Sang Hyang Widhi sebagai Mahadewa yang menciptakan dunia ini. Membaca Bhagawadgita dapat memberi berkah dan kebahagiaan yang besar pada jiwa kita. Isi dari Kitab Suci Bhagawadgita Secara garis besarnya kitab suci Bhagawadgita terdiri dari 18 bab, dan pada masing-masing bab terdiri dari beberapa seloka yaitu Bab I, berisi tentang Arjuna dalam keragu-raguan dan kehilangan harapan, terdiri dari 47 seloka Meninjau tentara-tentara di medan perang Kuru Ksetra Tentara-tentara kedua belah pihak siap siaga untuk bertempur. Arjuna, seorang kesatria yang perkasa, melihat sanak keluarga, guru-guru dan kawan-kawannya dalam tentara-tentara kedua belah pihak siap untuk bertempur dan mengorbankan nyawanya. Arjuna tergugah kenestapaan dan rasa kasih sayang, sehingga kekuatannya menjadi lemah, pikirannya bingung, dan dia tidak dapat bertabah hati untuk bertempur. Bab II, berisi tentang teori Samkhya dan Pelaksanaan Yoga, teridiri dari 72 seloka Arjuna menyerahkan diri sebagai murid kepada Shri Krishna, kemudian Krishna memulai pelajaran-Nya kepada Arjuna dengan menjelaskan perbedaan pokok antara badan jasmani yang bersifat sementara dan sang roh yang bersifat kekal. Shri Krishna menjelaskan proses perpindahan sang roh, sifat pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa tanpa mementingkan diri sendiri dan ciri-ciri orang yang sudah insaf akan dirinya, Sumarni dan Raharjo, 2015101. Bab III, berisi tentang karma Yoga, terdiri dari 43 seloka Semua orang harus melakukan kegiatan di dunia material. Tetapi perbuatan dapat mengikat diri seseorang pada dunia ini atau membebaskan dirinya dari dunia. Seseorang dapat dibebaskan dari hukum karma dan mencapai pengetahuan rohani tentang sang diri dan Yang Maha Kuasa dengan cara bertindak untuk memuaskan Yang Maha Kuasa, tanpa mementingkan diri sendiri. Bab IV, berisi tentang jalannya Pengetahuan, terdiri dari 42 seloka Pengetahuan rohani tentang sang roh, Tuhan Yang Maha Esa, dan hubungan antara sang roh dengan Tuhan – menyucikan dan membebaskan diri manusia. Pengetahuan seperti itu adalah hasil perbuatan bhakti tanpa mementingkan diri sendiri karma yoga. Krishna menjelaskan sejarah Bhagawadgita sejak jaman purbakala, tujuan dan makna Beliau ketika menurun ke dunia material, serta pentingnya mendekati seorang guru kerohanian yang sudah insaf akan dirinya. Bab V, berisi tentang melepaskan diri dari ikatan, terdiri dari 29 seloka Perbuatan dalam Kesadaran akan Krishna Orang bijaksana yang sudah disucikan oleh api pengetahuan rohani, secara lahiriah melakukan segala kegiatan tetapi melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan dalam hatinya. Dengan cara demikian, orang bijaksana dapat mencapai kedamaian, ketidakterikatan, kesabaran, penglihatan rohani dan kebahagiaan Bab VI, berisi tentang Yoga yang Sejati, terdiri dai 47 seloka Astangga-yoga, jenis latihan meditasi lahiriah, pengendalian pikiran dan indria-indria dan memusatkan perhatian kepada Paraman Roh yang utama yang bersemayam di dalam hati. Puncak latihan ini adalah samadhi. Samadhi berarti kesadaran sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bab VII, berisi tentang Tuhan dan Dunia, terdiri dari 30 seloka Shri Krishna adalah Kepribadian Yang Paling Utama, Penyebab yang paling utama dan kekuatan yang memelihara segala sesuatu, baik material maupun rohani. Roh-roh yang sudah maju menyerahkan diri kepada Krishna dalam pengabdian suci bhakti, sedangkan roh yang tidak saleh mengalihkan pikirannya kepada obyek-obyek sesembahan yang lain, Sumarni dan Raharjo, 2015102. Bab VIII, berisi tentang Jalannya evolusi dari kosmos, terdiri dari 28 seloka Seseorang dapat mencapai tempat tingal Krishna, Kepribadian Yang paling Utama, di luar dunia material, dengan cara ingat kepada Shri Krishna dalam bhakti semasa hidupnya, dan khususnya pada saat meninggal. Bab IX, berisi tentang Tuhan adalah Melebihi dari ciptaannya, terdiri dari 34 seloka Krishna adalah Tuhan Yang Maha Esa dan tujuan tertinggi kegiatan sembahyang. Sang roh mempunyai hubungan yang kekal dengan Krishna melalui pengabdian suci bhakti yang bersifat rohani. Dengan menghidupkan kembali bhakti yang murni, seseorang dapat kembali kepada Shri Krishna di alam rohani. Bab X, berisi tentang Tuhan adalah sumber dari segalanya, terdiri dari 42 seloka Segala fenomena ajaib yang memperlihatkan kekuatan, keindahan, sifat agung atau mulia, baik di dunia material maupun di dunia rohani, tidak lain dari pada perwujudan sebagian tenaga-tenaga dan kehebatan rohani Tuhan, Shri Krishna. Sebagai sebab utama segala sebab serta sandaran dan hakekat segala sesuatu. Krishna, Tuhan Yang Maha Esa, adalah tujuan sembahyang tertinggi bagi para mahluk. Bab XI, berisi tentang Arjuna berkata, terdiri dari 55 seloka Shri Krishna menganugrahkan penglihatan rohani kepada Arjuna. Krishna memperlihatkan bentuk-Nya yang tidak terhingga dan mengagumkan sebagai alam semesta. Dengan cara demikian, Krishna membuktikan secara meyakinkan identitas-Nya sebagai Yang Maha Kuasa. Krishna menjelaskan bahwa bentuk-Nya sendiri yang serba tampan dan dekat dengan bentuk manusia adalah bentuk asli Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat melihat bentuk ini hanya dengan bhakti yang murni. Bab XII, berisi tentang Tuhan dalam Saguna, Iswara lebih dekat dari pada yang Nirguna, terdiri dari 20 seloka Bhakti-yoga, pengabdian suci yang murni kepada Shri Krishna, adalah cara tertinggi dan paling manjur untuk mencapai cinta bhakti yang murni kepada Krishna, tujuan tertinggi kehidupan rohani. Orang yang menempuh jalan tertinggi ini dapat mengembangkan sifat-sifat suci Bab XIII, berisi tentang lanjutan dari Bab XII, terdiri dari 34 seloka Orang yang mengerti perbedaan antara badan, dengan sang roh dan Roh Yang Utama yang melampaui badan dan roh, akan mencapai pembebasan dari dunia material, Sumarni dan Raharjo, 2015103. Bab XIV, berisi tentang Yoga Perincian Tri Guna, terdiri dari 27 seloka Semua roh terkungkung dalam badan di bawah pengendalian tiga sifat alam material; kebaikan, nafsu dan kebodohan. Shri Krishna menjelaskan arti sifat-sifat alam tersebut, bagaimana sifat-sifat itu mempengaruhi diri kita, bagaimana cara melampaui sifat-sifat alam serta ciri-ciri orang yang sudah mencapai keadaan rohani Bab XV, Berisi tentang Yoga dan Purusottama, terdiri dari 20 seloka Tujuan utama pengetahuan Veda adalah melepaskan diri dari ikatan terhadap dunia material dan mengerti Shri Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang mengerti identitas Krishna yang paling utama menyerahkan diri kepada Krishna dan menekuni pengabdian suci kepada Krishna. Bab XVI, berisi tentang Alam pikiran Ketuhanan dan Kesetanan, terdiri dari 24 seloka Orang yang mempunyai sifat-sifat jahat dan hidup sesuka hatinya, tanpa mengikuti peraturan Kitab Suci, dilahirkan dalam kehidupan yang lebih rendah dan diikat lebih lanjut secara material. Tetapi orang yang memiliki sifat-sifat suci dan hidup secara teratur, dengan mematuhi kekuasaan Kitab Suci, berangsur-angsur mencapai kesempurnaan rohani. Bab XVII, berisi tentang Tri Guna dalam fenomena keagamaan, terdiri dari 28 seloka Ada tiga jenis keyakinan, yang masing-masing berkembang dari salah satu di antara tiga sifat alam. Perbuatan yang dilakukan oleh orang yang keyakinannya bersifat nafsu dan kebodohan hanya membuahkan hasil material yang bersifat sementara, sedangkan perbuatan yang dilakukan dalam sifat kebaikan, menurut Kitab Suci, menyucikan hati dan membawa seseorang sampai tingkat keyakinan murni terhadap Shri Krishna dan bhakti kepada Krishna. Bab XVIII, berisi tentang Kesimpulan, terdiri dari 78 seloka. Krishna menjelaskan arti pelepasan ikatan dan efek dari sifat-sifat alam terhadap kesadaran dan kegiatan manusia. Krishna menjelaskan keinsafan Brahman, kemuliaan Bhagawadgita, dan kesimpulan utama Bhagawadgita; jalan kerohanian tertinggi berarti menyerahkan diri sepenuhnya tanpa syarat dalam cinta bhakti kepada Shri Krishna. Jalan ini membebaskan seseorang dari segala dosa, membawa dirinya sampai pembebasan sepenuhnya dari kebodohan dan kemungkinan ia kembali ke tempat tinggal rohani Krishna yang kekal, Sumarni dan Raharjo, 2015104. Referensi Sumarni, Ni Wayan dan Raharjo, Sukirno Hadi. 2015. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VI. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. — Bhagawadgita artinya “Nyanyian Tuhan” atau” nyanyian suci.” Bhagawadgita juga bernama “Gitopanisad.” Bhagawadgita adalah hakekat segala pengetahuan Weda. Jiwa Bhagawadgita ada pada Bhagawadgita sendiri. Bhagawadgita juga disebut dengan nama lain yaitu Upanishad, merupakan bagian terakhir dari Weda. Bhagawadgita juga disebut weda yang ke lima atau Pancamo Weda. Kitab Bhagawadgita mempunyai perbedaan dengan buku-buku suci yang lain. Jika buku-buku suci yang lainnya adalah merupakan pencatatan dari ajaran-ajaran yang disampaikan di tempat-tempat suci atau di tempat-tempat lain. Sedangkan Bhagawadgita adalah ajaran yang disampaikan oleh Shri Kishna kepada Arjuna, ketika Arjuna mengalami keragu-raguan di medan Kuru Ksetra, dimana saat itu berhadap-hadapan antara dua pasukan yaitu pasukan Korawa dan Pandawa, Sumarni dan Raharjo, 2015100. Bhagawadgita hendaknya dipahami, diterima, dan dirasakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh yang menyabdakan Bhagawadgita itu yaitu Shri Krishna. Bhagawadgita adalah merupakan pengetahuan suci yang abadi, diajarkan oleh Shri Krishna sebagai Awatara Wisnu kepada umat manusia. Ajaran itu diajarkan berulang dari jaman ke jaman, bila dunia mengalami kegelapan, dimana manusia melupakannya, dan adharma merajalela di dunia ini, demi untuk kesucian jiwa dan kesempurnaan hidup. Bhagawadgita menekankan pada Tuhan atau Sang Hyang Widhi sebagai Mahadewa yang menciptakan dunia ini. Membaca Bhagawadgita dapat memberi berkah dan kebahagiaan yang besar pada jiwa kita. Isi dari Kitab Suci Bhagawadgita Secara garis besarnya kitab suci Bhagawadgita terdiri dari 18 bab, dan pada masing-masing bab terdiri dari beberapa seloka yaitu Bab I, berisi tentang Arjuna dalam keragu-raguan dan kehilangan harapan, terdiri dari 47 seloka Meninjau tentara-tentara di medan perang Kuru Ksetra Tentara-tentara kedua belah pihak siap siaga untuk bertempur. Arjuna, seorang kesatria yang perkasa, melihat sanak keluarga, guru-guru dan kawan-kawannya dalam tentara-tentara kedua belah pihak siap untuk bertempur dan mengorbankan nyawanya. Arjuna tergugah kenestapaan dan rasa kasih sayang, sehingga kekuatannya menjadi lemah, pikirannya bingung, dan dia tidak dapat bertabah hati untuk bertempur. Bab Two, berisi tentang teori Samkhya dan Pelaksanaan Yoga, teridiri dari 72 seloka Arjuna menyerahkan diri sebagai murid kepada Shri Krishna, kemudian Krishna memulai pelajaran-Nya kepada Arjuna dengan menjelaskan perbedaan pokok antara badan jasmani yang bersifat sementara dan sang roh yang bersifat kekal. Shri Krishna menjelaskan proses perpindahan sang roh, sifat pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa tanpa mementingkan diri sendiri dan ciri-ciri orang yang sudah insaf akan dirinya, Sumarni dan Raharjo, 2015101. Bab Iii, berisi tentang karma Yoga, terdiri dari 43 seloka Semua orang harus melakukan kegiatan di dunia cloth. Tetapi perbuatan dapat mengikat diri seseorang pada dunia ini atau membebaskan dirinya dari dunia. Seseorang dapat dibebaskan dari hukum karma dan mencapai pengetahuan rohani tentang sang diri dan Yang Maha Kuasa dengan cara bertindak untuk memuaskan Yang Maha Kuasa, tanpa mementingkan diri sendiri. Bab IV, berisi tentang jalannya Pengetahuan, terdiri dari 42 seloka Pengetahuan rohani tentang sang roh, Tuhan Yang Maha Esa, dan hubungan antara sang roh dengan Tuhan – menyucikan dan membebaskan diri manusia. Pengetahuan seperti itu adalah hasil perbuatan bhakti tanpa mementingkan diri sendiri karma yoga. Krishna menjelaskan sejarah Bhagawadgita sejak jaman purbakala, tujuan dan makna Beliau ketika menurun ke dunia textile, serta pentingnya mendekati seorang guru kerohanian yang sudah insaf akan dirinya. Bab V, berisi tentang melepaskan diri dari ikatan, terdiri dari 29 seloka Perbuatan dalam Kesadaran akan Krishna Orang bijaksana yang sudah disucikan oleh api pengetahuan rohani, secara lahiriah melakukan segala kegiatan tetapi melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan dalam hatinya. Dengan cara demikian, orang bijaksana dapat mencapai kedamaian, ketidakterikatan, kesabaran, penglihatan rohani dan kebahagiaan Bab VI, berisi tentang Yoga yang Sejati, terdiri dai 47 seloka Astangga-yoga, jenis latihan meditasi lahiriah, pengendalian pikiran dan indria-indria dan memusatkan perhatian kepada Paraman Roh yang utama yang bersemayam di dalam hati. Puncak latihan ini adalah samadhi. Samadhi berarti kesadaran sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bab VII, berisi tentang Tuhan dan Dunia, terdiri dari 30 seloka Shri Krishna adalah Kepribadian Yang Paling Utama, Penyebab yang paling utama dan kekuatan yang memelihara segala sesuatu, baik material maupun rohani. Roh-roh yang sudah maju menyerahkan diri kepada Krishna dalam pengabdian suci bhakti, sedangkan roh yang tidak saleh mengalihkan pikirannya kepada obyek-obyek sesembahan yang lain, Sumarni dan Raharjo, 2015102. Bab VIII, berisi tentang Jalannya evolusi dari kosmos, terdiri dari 28 seloka Seseorang dapat mencapai tempat tingal Krishna, Kepribadian Yang paling Utama, di luar dunia fabric, dengan cara ingat kepada Shri Krishna dalam bhakti semasa hidupnya, dan khususnya pada saat meninggal. Bab IX, berisi tentang Tuhan adalah Melebihi dari ciptaannya, terdiri dari 34 seloka Krishna adalah Tuhan Yang Maha Esa dan tujuan tertinggi kegiatan sembahyang. Sang roh mempunyai hubungan yang kekal dengan Krishna melalui pengabdian suci bhakti yang bersifat rohani. Dengan menghidupkan kembali bhakti yang murni, seseorang dapat kembali kepada Shri Krishna di alam rohani. Bab Ten, berisi tentang Tuhan adalah sumber dari segalanya, terdiri dari 42 seloka Segala fenomena ajaib yang memperlihatkan kekuatan, keindahan, sifat agung atau mulia, baik di dunia material maupun di dunia rohani, tidak lain dari pada perwujudan sebagian tenaga-tenaga dan kehebatan rohani Tuhan, Shri Krishna. Sebagai sebab utama segala sebab serta sandaran dan hakekat segala sesuatu. Krishna, Tuhan Yang Maha Esa, adalah tujuan sembahyang tertinggi bagi para mahluk. Bab Xi, berisi tentang Arjuna berkata, terdiri dari 55 seloka Shri Krishna menganugrahkan penglihatan rohani kepada Arjuna. Krishna memperlihatkan bentuk-Nya yang tidak terhingga dan mengagumkan sebagai alam semesta. Dengan cara demikian, Krishna membuktikan secara meyakinkan identitas-Nya sebagai Yang Maha Kuasa. Krishna menjelaskan bahwa bentuk-Nya sendiri yang serba tampan dan dekat dengan bentuk manusia adalah bentuk asli Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang dapat melihat bentuk ini hanya dengan bhakti yang murni. Bab XII, berisi tentang Tuhan dalam Saguna, Iswara lebih dekat dari pada yang Nirguna, terdiri dari 20 seloka Bhakti-yoga, pengabdian suci yang murni kepada Shri Krishna, adalah cara tertinggi dan paling manjur untuk mencapai cinta bhakti yang murni kepada Krishna, tujuan tertinggi kehidupan rohani. Orang yang menempuh jalan tertinggi ini dapat mengembangkan sifat-sifat suci Bab XIII, berisi tentang lanjutan dari Bab XII, terdiri dari 34 seloka Orang yang mengerti perbedaan antara badan, dengan sang roh dan Roh Yang Utama yang melampaui badan dan roh, akan mencapai pembebasan dari dunia material, Sumarni dan Raharjo, 2015103. Bab XIV, berisi tentang Yoga Perincian Tri Guna, terdiri dari 27 seloka Semua roh terkungkung dalam badan di bawah pengendalian tiga sifat alam fabric; kebaikan, nafsu dan kebodohan. Shri Krishna menjelaskan arti sifat-sifat alam tersebut, bagaimana sifat-sifat itu mempengaruhi diri kita, bagaimana cara melampaui sifat-sifat alam serta ciri-ciri orang yang sudah mencapai keadaan rohani Bab 15, Berisi tentang Yoga dan Purusottama, terdiri dari 20 seloka Tujuan utama pengetahuan Veda adalah melepaskan diri dari ikatan terhadap dunia fabric dan mengerti Shri Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang mengerti identitas Krishna yang paling utama menyerahkan diri kepada Krishna dan menekuni pengabdian suci kepada Krishna. Bab XVI, berisi tentang Alam pikiran Ketuhanan dan Kesetanan, terdiri dari 24 seloka Orang yang mempunyai sifat-sifat jahat dan hidup sesuka hatinya, tanpa mengikuti peraturan Kitab Suci, dilahirkan dalam kehidupan yang lebih rendah dan diikat lebih lanjut secara textile. Tetapi orang yang memiliki sifat-sifat suci dan hidup secara teratur, dengan mematuhi kekuasaan Kitab Suci, berangsur-angsur mencapai kesempurnaan rohani. Bab XVII, berisi tentang Tri Guna dalam fenomena keagamaan, terdiri dari 28 seloka Ada tiga jenis keyakinan, yang masing-masing berkembang dari salah satu di antara tiga sifat alam. Perbuatan yang dilakukan oleh orang yang keyakinannya bersifat nafsu dan kebodohan hanya membuahkan hasil cloth yang bersifat sementara, sedangkan perbuatan yang dilakukan dalam sifat kebaikan, menurut Kitab Suci, menyucikan hati dan membawa seseorang sampai tingkat keyakinan murni terhadap Shri Krishna dan bhakti kepada Krishna. Bab Xviii, berisi tentang Kesimpulan, terdiri dari 78 seloka. Krishna menjelaskan arti pelepasan ikatan dan efek dari sifat-sifat alam terhadap kesadaran dan kegiatan manusia. Krishna menjelaskan keinsafan Brahman, kemuliaan Bhagawadgita, dan kesimpulan utama Bhagawadgita; jalan kerohanian tertinggi berarti menyerahkan diri sepenuhnya tanpa syarat dalam cinta bhakti kepada Shri Krishna. Jalan ini membebaskan seseorang dari segala dosa, membawa dirinya sampai pembebasan sepenuhnya dari kebodohan dan kemungkinan ia kembali ke tempat tinggal rohani Krishna yang kekal, Sumarni dan Raharjo, 2015104. Referensi Sumarni, Ni Wayan dan Raharjo, Sukirno Hadi. 2015. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 6. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. JawabanKitab suci itu adalah sebuah buku suci yang di dalamnya berisi ajaran-ajaran dharma, agama, kebaikan, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan agama sedangkan buku biasa adalah sebuah buku yang di dalamnya berisi tentang cerita-cerita seperti novel dan ilmu pengetahuan seperti buku LKS.SemogaMembantuSemangatBelajar Nyalin uuuu ngikutin sebelah uuuuuu

apa perbedaan kitab bhagawadgita dengan buku buku suci yang lain