Daun kelor memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang meliputi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, fenolik dan karatenoid (Anwar et al., 2007). Menurut Saini et al., (2014), daun kelor mengandung mengandung trans-luteoxanthin (5,2 mg/100 g), trans-lutein (36,88 mg/100 g), trans-β-karoten (18,27 mg/100 g), total karotenoid (68,81 mg/100 g
Diana S. Purwanto Universitas Sam Ratulangi DOI: Abstract Abstract: One of the biggest risk factors for cardiovascular disease is hypercholesterolemia. Cholesterol is an important fat, however if it is excessive in the blood it can cause various diseases, one of which is cardiovascular disease.
Niluh Nita Silfia Abstract Abstrak: Wabah Covid-19 yang terjadi diseluruh dunia memaksa kita untuk melakukan langkah-langkah untuk menghindarkan diri dan keluarga dari terjangkitnya Covid-19.
Diantaranya yaitu kelor (Sunda, Jawa, Lampung, Bali), Maronggih (Madura), Moltong (Flores), Kelero (Bugis), Ongga (Bima), Murong atau Barunggai (Sumatera) dan Hauf (Timur). Kelor atau dikenal dengan sebutan nama Drumstick yang merupakan tanaman asli kaki gunung Himalaya bagian barat laut India, Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara (Dani, 2019).
ABSTRAK Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat tidak hanya bagi kesehatan, namun juga memiliki nilai ekonomi. Seluruh bagian tanaman kelor mulai daun, kulit batang, buah dan bijinya bermanfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai obat herbal hingga bahan baku produk perawatan kulit.
Peneliti mengkreasikan daun kelor yaitu dengan menjadikannya sebagai olahan teh, karena di Indonesia pemanfaatan daun kelor sebagian besar hanya untuk di konsumsi sebagai sayuran.
dikarenakan pandangan masyarakat mengenai daun kelor yang sudah lebih lama dikenal sebagai tumbuhan untuk mengusir hantu, jimat, dan untuk memandikan jenazah, sehingga membuat masyarakat enggan untuk mengonsumsinya. Melihat pandangan masyarakat akan produk kami tersebut, kami memutuskan untuk mengubah sistem penjualan kami.
Mengetahui pengaruh subsitusi tepung daun kelor dan tepung kacang hijau P1 (35% :15% ), P2 ( 40% : 10% ), P3 (45% : 5% ) terhadap nilai gizi dan tingkat kesukaan nugget ikan tuna yang paling disukai.
Abstract Moringa oleifera (MO) merupakan salah satu tumbuhan nutrasetikal karena selain memiliki nilai nutrisi juga berfungsi dalam penyembuhan penyakit. Bila dibandingakan dengan Zingiberaceae,
Daun kelor bermanfaat di berbagai bidang antara lain: bidang pengawetan pangan, kesehatan, makanan, kosmetika dan kecantikan, farmasi, dan pertanian. Tujuan dari literatur ini adalah untuk menganalisis kandungan senyawa fitokimia yang terdapat pada daun kelor serta pemanfaatannya pada berbagai bidang.
Daun kelor juga mengandung makro elemen seperti potasium, kalsium, magnesium, sodium, dan fosfor, serta mikro elemen seperti mangan, zinc, dan besi. Daun kelor merupakan sumber provitamin A, vitamin B, Vitamin C, mineral terutama zat besi.
AXEOS.
karya ilmiah tentang daun kelor